Banner

SMA Islam Terpadu Abu Bakar

Sekolah ini adalah tempat dimana kami menuntut ilmu.

Guru

Seseorang yang sangat penting bagi negara. Karena jika tidak ada guru, maka tidak ada yang memberikan pengetahuan kepada penerus bangsa.

Jagalah Lingkungan Alam Sekitar Kita

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

INDONESIA

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pemimpin

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Oktober 2011

Masalah Ringan Tapi Berbahaya

Kegiatan produksi semakin aktif. Dan konsumsi barang oleh masyarakat pun juga semakin menanjak naik. Kedua hal tersebut menandakan adanya peningkatan kegiatan ekonomi. Di satu sisi, peningkatan kegiatan ekonomi tersebut merupakan sebuah awal yang baik untuk membangun ekonomi suatu daerah yang tadinya lesu mulai menjadi ramai. Sehingga banyak calon investor yang tertarik untuk dapat menanamkan modalnya di sana.
Limbah Padat Pabrik
Tapi di sisi lain, semua itu menimbulkan dampak negatif yang tak sedikit. Terutama dampak terhadap lingkungan. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, para produsen mau tidak mau harus melakukan  eksplorasi sumber daya alam secara berlebihan yang mengakibatkan rusaknya alam. Selain itu, sampah hasil industri maupun rumah tangga juga bisa menimbulkan banyak bahaya. Mulai dari bau yang tidak mengenakkan hingga rusaknya struktur tanah. 

Sampah hasil konsumsi



Sebenarnya, masalah terbesar dari sampah adalah di cara penanganannya. Biasanya, kebanyakan orang hanya membuang saja tanpa ada usaha untuk memanfaatkannya kembali. Hal itulah yang menimbulkan masalah besar. Karena sampah yang bercampur dan menumpuk akan mencemari daerah sekitarnya. Selain mencemari daerah sekitar, sampah juga akan memakan tempat yang tak sedikit bila dibiarkan terus menumpuk. Jika hanya di biarkan, maka lama kelamaan pulau jawa yang padat ini bisa jadi menjadi pulau yang hanya berisikan sampah. Karena buruknya penanganan yang diberikan. Apakah kita semua tidak terganggu dengan keadaan yang seperti itu? Tentu saja semua orang menjawab tidak

Sebenarnya banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk menangani masalah sampah tadi. Tapi yang paling sederhana adalah dengan memisahkan mana sampah yang organik dan mana yang bukan merupakan sampah bukan organik.Mengapa harus dipisahkan? Karena sampah organik adalah sampah yang 'bisa dicerna' oleh organisme dalam tanah. Sehingga sampah jenis itu dapat menyuburkan tanah. Sedangkan sampah anorganik sendiri merupakan sampah yang tidak mungkin dapat diolah dalam tanah. Sehingga memerlukan penanganan khusus. Biasanya dengan mendaur ulang barang yang masih mungkin untuk digunakan kembali atau masih dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Tapi akan lain hasilnya bila di campur. Barang-barang organik yang semula bisa di olah oleh organisme dalam tanah menjadi tak berarti karena tercampur oleh bahan-bahan kimia yang terdapat pada sampah anorganik. Begitu juga sebaliknya. Sampah-sampah yang seharusnya bisa di manfaatkan menjadi rusak akibat proses kimiawi pada sampah organik. Sehingga menjadi tak bermakna dan akan terus menumpuk.

Tong sampah
Maka dari itu, Sampah merupakan masalah yang membutuhkan penanganan yang serius. Bukan hanya sekedar membuang dan menumpuknya. Lebih dari itu, kita juga harus pandai-pandai memanfaatkan barang-barang bekas. Karena bila dibiarkan akan semakin bertambah dan kemudian menumpuk. Jadi, marilah belajar untuk melakukan sebuah hal kecil. Seperti, memisahkan sampah organik dan anorganik. Hal-hal kecil seperti itu akan membawa dampak besar bagi kehidupan di masa yang akan datang.




Written by: Kurniagung Nur Cahyono

Senin, 08 Agustus 2011

Biarkan Mereka. . TETAP LIAR!!

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN
NOMOR : P.53/Menhut-II/2006

Dalam butir kelima tertulis "Kebun Binatang adalah suatu tempat atau wadah yang mempunyai fungsi utama sebagai lembaga konservasi yang melakukan upaya perawatan dan pengembangbiakan berbagai jenis satwa berdasarkan etika dan kaidah kesejahteraan satwa dalam rangka membentuk dan mengembangkan habitat baru, sebagai sarana perlindungan dan pelestarian jenis melalui kegiatan penyelamatan, rehabilitasi dan reintroduksi alam dan dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta sarana rekreasi yang sehat;"

Dari kutipan diatas seharusnya kebun binatang merupakan tempat konservasi eks-situ yang menampung binatang-binatang liar yang habitatnya di rusak oleh manusia demi kepentingan bisnis. Binatang tadi dirawat, dilindungi, dan di kembangbiakkan di situ. Manfaat lain dari kebun binatang merupakan tempat untuk berekreasi serta sebagai sarana edukasi bagi anak-anak khususnya pelajar. Biasanya di dalam kebun binatang tersebut banyak terdapat berbagai macam satwa-satwa liar yang dilindungi karena keberadaannya hampir punah. Kemudian disana juga terdapat sirkus dari binatang yang sudah dilatih. Mereka menampilkan berbagai atraksi yang umumnya hanya bisa di lakukan manusia atau bahkan hanya sebagian orang yang dapat melakukannya. Atraksi para binatang tadi sangat menarik para wisatawan. Sehingga membuat kebun biatang selalu ramai oleh pengunjung.


Tapi taukah anda apa yang ada di balik semua itu? Sebuah penelitian yang dilakukan oleh COP (Centre for Orangutans Protection) dengan meneliti kondisi urangutan di berbagai kebun binatang di Indonesia. Dan hasil dari penelitian tesebut secara umum tidak baik. Mungkin jika di adakan penelitian tentang satwa lain hasilnya akan sama. Karena mereka hidup pada tempat yang sama. yaitu di balik jeruji besi dengan ruangan yang sempit. Saya di sini akan mengambil sampel tentang orangutan. Kita tahu jika orangutan adalah hewan primata yang suka bergelantungan di pohon. Oleh karena itu, orangutan membutuhkan pohon-pohon tinggi dan bercabang agar mereka terbebas dari stresdan bergelantungan dengan bebas. Bukan di kandang besi yang didalamnya hanya ada sebatang ranting yang pendek dan di ruangan sempit. Hal ini akan menimbulkan stres dan trauma bagi orangutan. Mereka juga seharusnya berkumpul dengan keluarga besarnya. Bahkan jika hewan itu adalah hewan sirkus, maka dia akan di paksa keras untuk berlatih menunjukkan berbagai macam atraksi.Tak sedikit pula yang mendapatkan siksaan agar mau menuruti perintah sang pelatih sirkus. Apakah seperti tukah yang disebut tempat konservasi? Di mana para penghuninya selalu merasa stres dan dipaksa untuk melakukan suatu hal yang di luar nalurinya. Lalu, di manakah terdapat edukasi di dalamnya? Apakah dengan menatap para binatamg yang menderita adalah sebuah edukasi? Dalam pelajaran biologi, salah satu bab yang terdapat di dalamnya yaitu mempelajari tingkah laku hewan. Hal itu hanya bisa kita dapatkan dengan mempelajarinya lebih dekat di alam bebas. Karena di alam bebas memungkinkan satwa untuk bergerak dan beraktivitas. Bukan dengan menatap binatang yang hanya terdiam dalam sangkar yang sempit.

Maka dari itulah pantas jika kebun binatang disebut sebagai tempat penyiksaan hewan. Karena di dalamnya para binatang tersiksa dengan kandang yang sempit dan tak bebas untuk bergerak. Di dalam kebun binatang, para penghuninya dijadikan sebagai alat pencetak uang dengan mempertontonkan sesuatu yang di luar dari nalurinya. Sesungguhnya binatang bukanlah mainan yang bisa diperjualbelikan atau di gunakan sebagai alat pencetak rupiah. Mereka sama seperti kita. Membutuhkan keebasan, kebahagiaan serta perlindungan dari kita. Dan jika kita ingin mempelajarinya, maka datanglah ke habitat aslinya dan amatilah segala aktivitasnya. Bukan pergi ke kebun binatang dan menatap hewan yang menderita dalam jeruji besi. Itu bukanlah sebuah edukasi atau pendidikan yang benar.


Written by : Kurniagung Nur Cahyono - SMA Islam Terpadu Abu Bakar (empat orang)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More