Banner

SMA Islam Terpadu Abu Bakar

Sekolah ini adalah tempat dimana kami menuntut ilmu.

Guru

Seseorang yang sangat penting bagi negara. Karena jika tidak ada guru, maka tidak ada yang memberikan pengetahuan kepada penerus bangsa.

Jagalah Lingkungan Alam Sekitar Kita

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

INDONESIA

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pemimpin

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 28 Agustus 2011

Musik pun ingin mengubah DUNIA

Saat ini, musik bukan lagi merupakan hal yang asing dalam kehidupan sehari-hari kita. Di mana saja, kita dapat dengan mudah mendengarkan berbagai alunan musik dari genre yang bermacam-macam.Bahkan media massa pun selalu di hiasi dengan hal-hal yang berbau tentang musik.Musik seakan-akan telah merasuk dan menjadi bagian penting dalam kehidupan seseorang. Umumnya, orang mendengarkan musik sebagai hiburan ataupun ungkapan perasaan yang sedang dirasakan seseorang. Tapi, tak ada yang menduga jika musik dapat menjadi sebuah media resistensi terhadap berbagai macam ketimpangan sosial yang merebak di masyarakat. Seperti rasisme, fasisme serta kekejaman rezim penguasa.

Dewasa ini, Semakin banyak para musisi yang melakukan perlawanan melalui musik dengan berbagai genre. Mulai dari blues, punk, reggae, hiphop hingga pop pun tak kalah ikut ambil bagian dalam upaya menyuarakan aspirasi mereka melalui musik. Punk misalnya, scene musik yang lahir dari semangat para remaja kelas pekerja yang merasa didiskriminasi oleh kaum penguasa ini selalu bernyanyi dengan lirik penuh sindiran terhadap para rezim yang berkuasa. Dan tak jarang lirik-lirik itu membuat para kalangan atas naik pitam. Genre musik yang lahir tahun 1970an itu juga menyuarakan ketidakadilan dalam industri musik pada saat itu. Dimana industri musik pada saat itu dikuasai oleh musisi rock kelas mapan seperti Rollingstone, Elvis Presley dan The Beatles. Musik-musik punk di anggap tidak laku dan tak layak edar sehingga musisi punk dianggap sebaga 'rock n roll jalur kiri' karena lirik-liriknya menceritakan tentang kekejaman rezim penguasa, aparat, serta kemarahan yang mirip seperti teriakan demonstran. Biasanya musik bergenre punk berisikan tentang, ketidakadilan, anarkisme atau kebebasan, rasisme dan fasisme, serta masih banyak lagi.Dan umumnya, musik punk dimainkan dalam tempo yang cukup cepat serta enerjik dan biasanya berbentuk grup band. Grup band punk yang berpengaruh di dunia antara lain Sex Piatol, The Clash, dan NOFX yang masih eksis hingga saat ini.

Di indonesia sendiri skena punk berkembang dengan cepat dan menjamur sejak tahun 1990an. Musik punk di sini cenderung lebih menekankan perlawanan terhadap industri musik mainstream yang ada. Kita bisa melihat semua itudari lagu TV Brain yang dibawakan oleh Superman Is Dead. Dalam lagu ini di ceritakan bagaimana busuknya para pelaku yang terlibat dalam kubus yang mengeluarkan gambar dan suara itu. Serta peranan televisi yang membuat arus globalisasi semakin tak terbendung dengan sistem neoliberalisme ekonomi yang menyebabkan kalangan bawah semakin terjebak dalam lingkaran setan kemiskinan. Selain dari jalur musik, para 'punk rockers' juga melakukan resistensi melalui media fashion. Di mana para 'punk rockers' membuat clothing distro sebagai bentuk perlawanan anak muda yang konsumtif dengan mendewakan clothing luar negeri macam levi's, nike, serta adidas.Hal itu merupakan sebuah wujud implementasi dari ideologi mereka yang 'do it yourself'.

Dalam skena musik blues pun tak jauh beda latarbelakangnya dengan scene musik punk. Berawal dari para budak kulit hitam di amerika, mereka menyuarakan tentang rasisme. Krena pada masa itu golongan afrika atau kulit hitam dijadikan budak. Setiap mereka bekerja ataupun istirahat di sore hari, mereka selalu menyanyikan lagu pujian kepada allah dan di selingi lagu sedih(blues) khas afrika. Dan tentunya dengan lirik perbudakan.Mungkin saat ini musik blues sudah mulai punah di telan waktu. Tapi sebuah acara betajuk 'BLUES FOR FREEDOM' menunjukkan masih eksisnya scene blues di tanah air.

Selain itu masih ada scene musik pop yang umumnya dipennuhi dengan senandung merdu melankolis bertemakan cinta. Tetapi, ternyata musik ini juga cukup manjur untuk menyampaikan sebuah perlawanan. Di buktikan dengan sindiran Iwan Fals dalam lagu 'Demokrasi Nasi' dan 'Pola Sederhana' yang membuat dirinya harus berurusan dengan pihak berwenang dalam 2 minggu. Kemudian masih ada Efek Rumah Kaca denan lagu-lagunya yang berisikan sindiran terhadap anak muda yang konsumtif dan mendewakan cinta lewat lagu 'cinta melulu' dan 'Jatuh Cinta Itu Biasa Saja' serta lagu 'Belanja Terus Sampai Mati'.

Beberapa contoh tadi membuktikan bahwa musik tidak hanya sekedar hiburan semata. Lebih dari itu, musik juga mampu digunakan sebagai media perlawanan terhadap sesuatu. Efek musik dalam dunia politik sudah bisa dirasakan. Terbukti dengan tidak terpilihnya Bush sebagai presiden amerika lagi karena musisi disana bersatu dan sepakat untuk tidak memilih lagi Bush. Para musisi menolak Bush dengan berbagai cara. Mulai dari pamflet, sampai membuat album kompilasi. Dan sudah saatnya sekarang musik juga harus dapat mempengaruhi kondisi politik di Indonesia. Karena musik sekarang sudah menjadi sesosok makhluk yang bisa melakukan perubahan.

Written by : 4orang

Janganlah seperti BEBEK.....

Beberapa hari yang lalu, sekolahku mendapat kunjungan dari salah seorang putra bangsa yang berhasil mengadu nasib di luar negeri. Tepatnya di amerika. Dia bernama Mr. Patriawan. Beliau merupakan seorang yang bekerja di perusahaan penerbangan di amerika. Beliau menempati posisi yang strategis di mana tak banyak orang yang dapat menghuni posisi itu. Saya kurang tahu posisi apakah itu karena yang saya dengar hanya seperti itu. Ia merupakan salah satu korban dari pemutusan hubungan kerja oleh PT Dirgantara akibat dari krisis moneter pada tahun 1998. Dan peristiwa itu merupakan awal dari perubahan dalam hidupnya.

Menurutku, ia bukanlah seseorang yang istimewa. Karena ia hanya bercerita tentang perjalanan hidupnya dan aku menganggap semua itu wajar-wajar saja. Tapi ada suatu hal yang kuanggap menarik ketika beliau bercerita. Yaitu ketika salah seorang temanku bertanya "Pak, biasanya orang yang bisa bekrja di luar negeri dan sukses itu kan orang yang pinter banget. Lha gimana sama saya? Saya kan orangnya gak pinter. Otak saya pas-pasan. Gak encer kayak bapak." Kemudian Pak Patriawan menjawab,"Kita sebagai manusia nggak boleh ngrendahin diri kayak gitu. Masih banyak cara buat sukses di luar negeri. Mereka sama kayak kita. Gak ada yang spesial di sana. Toh banyak penari-penari daerah kita yang sukses di sana menjadi penari. Itu kan buktinya. Sukses di luar negeri gak harus pinter di otak. Tapi juga bisa pinter dalam hal yang lain.Yang penting kita bisa memaksimalkan potensi kita."

Setelah itu saya pun langsung berpikir. Apakah ini yang dimaksud dengan penyeragaman presepsi? Orang-orang di sekitarku ada yang hanya mengartikan sempit sebatas pintar dalam akademis semata. Sebenarnya pintar mempunyai arti yang sangat luas. Tidak hanya pintar di akademis, tapi bisa juga di dalam kreativitas, bersosial, beragama dan masih banyak pintar-pintar yang lain. Mungkin masyarakat kita sudah terbiasa mengartikan pintar yang sebatas di akademis. Sehingga pintar selalu identik dengan nilai di atas kertas yang sekarang dapat kita beli.

Masyarakat kita tidak terbiasa untuk berpikir luas nan kritis. Itulah sebabnya penyeragaman presepsi sangat marak di negeri ini. Sehingga menjadikannya sendiri untuk selalu mengekor terhadap suatu pola pikir atau main set yang telah ada. Selalu mengikuti tanpa tahu salah atau benarnya suatu presepsi sudah menjadi sebuah adat yang mendarah daging. Jika sudah mendarah daging seperti itu maka akan sangat susah di ubah. Karena semua itu sudah menjadi bagian dalam hidup. Mungkin hal tersebut yang menyebabkan negara kita selalu mengikut dengan semua budaya yang masuk ke negeri ini. Entah itu bersifat membangun ataupun merusak.

Kita, sebagai generasi muda seharusnya lebih berpikir luas dan tidak selalu mengekor dengan segala pemikiran yang sudah ada. Karena tak semua pola pikir yang terdapat di masyarakat itu baik dan benar. Sehingga kita harus mempunyai filter dari wawasan yang kita miliki untuk menyaring mana yang baik dan mana yang buruk agar tak terjebak dalam paradigma sempit nan dangkal. Yang mana selalu mengikuti pola pikir yang telah ada tanpa ada inovasi untuk memperbaikinya. Maka, Jadilah pelopor inovasi yang cerdas dan bukan sebagai bebek yang selalu mengikuti tanpa ada makna ataupun arti yang jelas.

Written by : 4 orang 

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More