Kegiatan produksi semakin aktif. Dan konsumsi barang oleh masyarakat pun juga semakin menanjak naik. Kedua hal tersebut menandakan adanya peningkatan kegiatan ekonomi. Di satu sisi, peningkatan kegiatan ekonomi tersebut merupakan sebuah awal yang baik untuk membangun ekonomi suatu daerah yang tadinya lesu mulai menjadi ramai. Sehingga banyak calon investor yang tertarik untuk dapat menanamkan modalnya di sana.
Tapi di sisi lain, semua itu menimbulkan dampak negatif yang tak sedikit. Terutama dampak terhadap lingkungan. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, para produsen mau tidak mau harus melakukan eksplorasi sumber daya alam secara berlebihan yang mengakibatkan rusaknya alam. Selain itu, sampah hasil industri maupun rumah tangga juga bisa menimbulkan banyak bahaya. Mulai dari bau yang tidak mengenakkan hingga rusaknya struktur tanah.
| Sampah hasil konsumsi |
Sebenarnya, masalah terbesar dari sampah adalah di cara penanganannya. Biasanya, kebanyakan orang hanya membuang saja tanpa ada usaha untuk memanfaatkannya kembali. Hal itulah yang menimbulkan masalah besar. Karena sampah yang bercampur dan menumpuk akan mencemari daerah sekitarnya. Selain mencemari daerah sekitar, sampah juga akan memakan tempat yang tak sedikit bila dibiarkan terus menumpuk. Jika hanya di biarkan, maka lama kelamaan pulau jawa yang padat ini bisa jadi menjadi pulau yang hanya berisikan sampah. Karena buruknya penanganan yang diberikan. Apakah kita semua tidak terganggu dengan keadaan yang seperti itu? Tentu saja semua orang menjawab tidak
Sebenarnya banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk menangani masalah sampah tadi. Tapi yang paling sederhana adalah dengan memisahkan mana sampah yang organik dan mana yang bukan merupakan sampah bukan organik.Mengapa harus dipisahkan? Karena sampah organik adalah sampah yang 'bisa dicerna' oleh organisme dalam tanah. Sehingga sampah jenis itu dapat menyuburkan tanah. Sedangkan sampah anorganik sendiri merupakan sampah yang tidak mungkin dapat diolah dalam tanah. Sehingga memerlukan penanganan khusus. Biasanya dengan mendaur ulang barang yang masih mungkin untuk digunakan kembali atau masih dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Tapi akan lain hasilnya bila di campur. Barang-barang organik yang semula bisa di olah oleh organisme dalam tanah menjadi tak berarti karena tercampur oleh bahan-bahan kimia yang terdapat pada sampah anorganik. Begitu juga sebaliknya. Sampah-sampah yang seharusnya bisa di manfaatkan menjadi rusak akibat proses kimiawi pada sampah organik. Sehingga menjadi tak bermakna dan akan terus menumpuk.
![]() |
| Tong sampah |
Written by: Kurniagung Nur Cahyono






