Banner

SMA Islam Terpadu Abu Bakar

Sekolah ini adalah tempat dimana kami menuntut ilmu.

Guru

Seseorang yang sangat penting bagi negara. Karena jika tidak ada guru, maka tidak ada yang memberikan pengetahuan kepada penerus bangsa.

Jagalah Lingkungan Alam Sekitar Kita

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

INDONESIA

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pemimpin

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 05 Agustus 2011

8 Kebudayaan Unik Asli Indonesia

1. Ritual Tiwah – Kalimantan Tengah

Ritual Tiwah yaitu prosesi menghantarkan roh leluhur sanak saudara yang telah meninggal dunia ke alam baka denga n cara menyucikan dan memindahkan sisa jasad dari liang kubur menuju sebuah tempat yang bernama sandung. Ritual Tiwah dijadikan objek wisata karen unik dan khas banyak para wisatawan mancanegara tertarik pada upacara ini yang hanya di lakukan oleh warga Dayak Kalteng.

2. Kebo-keboan – Banyuwangi

Prosesi upacara adat Kebo-keboan yang dilaksanakan setiap tahun oleh warga Desa Alasmalang. Awalnya upacara adat ini dilaksanakan untuk memohon turunya hujan saat kemarau panjang, dengan turunnya hujan ini berarti petani dapat segera bercocok tanam.

Puncaknya prosesinya adalah membajak sawah dan menanam bibit padi di persawahan. Orang-orang yang bertingkah seperti kerbau tadi dapat kesurupan dan mengejar siapa saja yang mencoba mengambil bibit padi yang ditanam. Warga masyarakat Desa Alasmalang berusaha berebut bibit padi tersebut, karena dipercaya dapat digunakan sebagai tolak-balak maupun untuk keuntungan.

3.Adu Kerbau (Mapasilaga Tedong) – Toraja

Adu kerbau diawali dengan kerbau bule. Partai adu kerbau diselingi dengan prosesi pemotongan kerbau ala Toraja, Ma’tinggoro tedong, yaitu menebas kerbau dengan parang dan hanya dengan sekali tebas. Semakin sore, pesta adu kerbau semakin ramai karena yang diadu adalah kerbau jantan yang sudah memiliki pengalaman berkelahi puluhan kali.

Sebelum diadu, dilakukan parade kerbau. Ada kerbau bule atau albino, ada pula yang memiliki bercak-bercak hitam di punggung yang disebut salepo dan hitam di punggung (lontong boke). Jenis yang terakhir ini harganya paling mahal, bisa di atas Rp 100 juta. Juga terdapat kerbau jantan yang sudah dikebiri—konon cita rasa dagingnya lebih gurih.

4. Rambu Solo – Toraja

Rambu Solo adalah pesta atau upacara kedukaan / kematian. Adat istiadat yang telah diwarisi oleh masyarakat Toraja secara turun temurun. Bagi keluarga yang ditinggal wajib membuat sebuah pesta sebagai tanda penghormatan terakhir pada mendiang yang telah pergi.

Setelah melewati serangkaian acara, si mendiang di usung menggunakan Tongkonan (sejenis rumah adat khas Toraja) menuju makam yang berada di tebing-tebing dalam goa. Nama makamnya adalah pekuburan Londa.

Yang unik dari upacara rambu solo adalah pembuatan boneka kayu yang dibuat sangat mirip dengan yang meninggal dan diletakkan di tebing.Uniknya lagi… konon katanya, wajah boneka itu kian hari kian mirip sama yang meninggal.

5.Pasola - Sumba

Ini adalah bagian dari serangkaian upacara tradisionil yang dilakukan oleh orang Sumba. Setiap tahun pada bulan Februari atau Maret serangkaian upacara adat dilakukan dalam rangka memohon restu para dewa agar supaya panen tahun tersebut berhasil dengan baik. Puncak dari serangkaian upacara adat yang dilakukan beberapa hari sebelumnya adalah apa yang disebut pasola. Pasola adalah ‘perang-perangan’ yang dilakukan oleh dua kelompok berkuda. Setiap kelompok teridiri atas lebih dari 100 pemuda bersenjakan tombak yang dibuat dari kayu berdiameter kira-kira1,5 cm yang ujungnya dibiarkan tumpul.

6.Dugderan – Semarang

Dugderan adalah sebuah upacara yang menandai bahwa bulan puasa telah datang.Dugderan dilaksanakan tepat 1 hari sebelum bulan puasa. Kata Dugder, diambil dari perpaduan bunyi dugdug, dan bunyi meriam yang mengikuti kemudian diasumsikan dengan derr.

Kegiatan ini meliputi pasar rakyat yang dimulai sepekan sebelumdugderan, karnaval yang diikuti oleh pasukan merahputih, drumband, pasukan pakaian adat “BHINNEKA TUNGGAL IKA” , meriam , warak ngendok dan berbagai potensi kesenian yang ada di Kota Semarang. Ciri Khas acara ini adalah warak Ngendok sejenis binatang rekaan yang bertubuh kambing berkepala naga kulit sisik emas, visualisasi warak ngendok dibuat dari kertas warna – warni. Acara ini dimulai dari jam 08.00 sampai dengan maghrib di hari yang sama juga diselenggarakan festival warak dan Jipin Blantenan.

7.Tabuik – Pariaman

Berasal dari kata ‘tabut’, dari bahasa Arab yang berarti mengarak, upacaraTabuik merupakan sebuahtradisi masyarakat di pantai barat, Sumatera Barat, yang diselenggarakan secara turun menurun. Upacara ini digelar di hari Asura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, dalam kalender Islam.

Pada hari yang telah ditentukan, sejak pukul 06.00, seluruh peserta dan kelengkapan upacara bersiap di alun-alun kota.Para pejabat pemerintahan pun turut hadir dalam pelaksanaan upacara paling kolosal di Sumatera Barat ini.

Batu Tabuik diangkat oleh para pemikul yang jumlahnya mencapai 40 orang. Di belakang Tabuik, rombongan orang berbusana tradisional yang membawa alat musik perkusi berupa aneka gendang, turut mengisi barisan. Sesekali arak-arakan berhenti dan puluhan orang yang memainkan silat khas Minang mulai beraksi sambil diiringi tetabuhan.

Saat matahari terbenam, arak-arakan pun berakhir. Kedua Tabuik dibawa ke pantai dan selanjutnya dilarung ke laut. Hal ini dilakukan karena ada kepercayaan bahwa dibuangnya Tabuikini ke laut, dapat membuang sial. Di samping itu, momen ini juga dipercaya sebagai waktunya Buraq terbang ke langit, dengan membawa segala jenis arakannya.

8. Ngaben – Bali

Ngaben adalah upacara pembakaran atau kremasi jenazah umat Hindu Bali. Dalam prosesi Ngaben, ketika api mulai disulut, perlahan-lahan kobaran api akan membesar dan mulai berkobar menyulut sosok jenazah. Lama-kelamaan kobaran api mulai menghanguskan jazadnya yang dipercaya akan melepaskan segala ikatan keduniawian dari orang yang meninggal itu. Bila ikatan keduniawian telah terlepas, maka semakin terbukalah kesempatan untuk melihat kebenaran dan keabadian kesucian Illahi di alam sana.

Beberapa hari sebelum upacara Ngaben dilaksanakan, keluarga dari orang yang meninggal dibantu oleh masyarakat membuat “Bade dan Lembu” yang sangat megah terbuat dari kayu, kertas warna-warni dan bahan lainnya. “Bade dan Lembu” ini merupakan tempat jenazah yang nantinya dibakar.

Al Qur'an dan Kepemimpinan

Dan (ingatlah) ketika tuhanmu berfirman kepada malaikat “Aku akan menjadikan (manusia) khalifah di bumi.” Mereka (malaikat) berkata “Apakah egkau hendak menjadikan manusia yang akan merusak dan menumpahkan darah di sana sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan-Mu.” Dia(Allah) berfirman “Sungguh aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Qs Al baqoroh : 30)

Dari kutipan ayat suci di atas, kita dapat mengetahui bahwa sanya para malaikat telah mengetahui jika manusia akan menimbulkan kerusakan serta pertumpahan darah diantara mereka. Akan tetapi, Allah tetap mempercayakan manusia sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi ini. Allah mempunyai alasan tersendiri yang bahkan kita tidak mengetahui alasannya menjadikan makhluk yang akan membuat kerusakan serta pertumpahan darah diantara mereka menjadi pemimpin.

Kini, perkataan malaikat tersebut dapat kita buktikan. Banyak orang yang saling sikut memperebutkan tahta kekuasaan yang hanya berdurasi 5 tahun. Mereka saling berebut tanpa mempedulikan apa kata hati nurani mereka. Mereka melakukan apa saja hanya untuk mendapatkan tahta tersebut. Bahkan sebagian dari mereka tak segan-segan membunuh pesaingnya yang dianggap berbahaya dan menghalangi jalannya untuk mendapatkan tahta kekuasaan itu. Mata, dan hati nurani mereka telah dibutakan oleh kekuasaan dan harta yang melimpah. Mereka tak sadar bila harta dan kekuasaanya tak akan berarti bila nyawa dalam jasadnya telah menghadap yang kuasa.

Selain perebutan tahta yang terkadang menimbulkan pertumpahan darah, banyak pula para manusia yang telah menuhankan nafsu dan dibutakan oleh harta. Mereka selalu memikirkan kekayaan dan selalu ingin menambahnya. Mereka selalu melakukan apa saja untuk menambah hartanya. Tak sedikit dari mereka yang tega menghancurkan rumah-rumah para hewan yang tak bersalah hanya untuk dijadikan berlembar-lembar uang. Mereka melakukan itu tak hanya sekali, bahkan berkali-kali. Sehingga membuat para hewan tak mempunyai tempat tinggal dan akhirnya akan punah. Saat itu terjadi, alam menjadi tak seimbang dan akhirnya manusia sendirilah yang akan menanggung akibatnya.

Kita sebagai manusia yang diberi amanah oleh Allah untuk menjaga bumi ini seharusnya malu. Karna kita telah gagal untuk menjalankan amanah yang diberikan oleh Allah. Allah mempercayakan kita menjadi khalifah dengan alasan yang mungkin kita tidak mengetahuinya bahkan para malaikat pun sudah tau kalau kita akan membuat kerusakan. Tapi sekali lagi, Allah telah mempercayakan manusia menjadi khalifah dan kita harus menjaga amanah itu.

Sesungguhnya setiap manusia adalah pemimpin. Pemimpin dari diri mereka sendiri. Jika seseorang dapat memimpin jasadnya dengan baik, maka ia akan menjadi sebuah energi positif bagi yang lain. Sehingga, jika kita akan membuat perubahan besar, maka mulailah dari diri anda sendiri dan jadikan diri anda sebagai lampu yang selalu menerangi lingkungan sekitar anda. Dengan cara itu lah kita mampu membuktikan bahwa Allah tak salah memilih manusia sebagai pemimpin di bumi ini.

Written by : Kurniagung Nur Cahyono - SMA Islam Terpadu Abu Bakar (empat orang)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More