Banner

Jumat, 05 Agustus 2011

Al Qur'an dan Kepemimpinan

Dan (ingatlah) ketika tuhanmu berfirman kepada malaikat “Aku akan menjadikan (manusia) khalifah di bumi.” Mereka (malaikat) berkata “Apakah egkau hendak menjadikan manusia yang akan merusak dan menumpahkan darah di sana sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan-Mu.” Dia(Allah) berfirman “Sungguh aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Qs Al baqoroh : 30)

Dari kutipan ayat suci di atas, kita dapat mengetahui bahwa sanya para malaikat telah mengetahui jika manusia akan menimbulkan kerusakan serta pertumpahan darah diantara mereka. Akan tetapi, Allah tetap mempercayakan manusia sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi ini. Allah mempunyai alasan tersendiri yang bahkan kita tidak mengetahui alasannya menjadikan makhluk yang akan membuat kerusakan serta pertumpahan darah diantara mereka menjadi pemimpin.

Kini, perkataan malaikat tersebut dapat kita buktikan. Banyak orang yang saling sikut memperebutkan tahta kekuasaan yang hanya berdurasi 5 tahun. Mereka saling berebut tanpa mempedulikan apa kata hati nurani mereka. Mereka melakukan apa saja hanya untuk mendapatkan tahta tersebut. Bahkan sebagian dari mereka tak segan-segan membunuh pesaingnya yang dianggap berbahaya dan menghalangi jalannya untuk mendapatkan tahta kekuasaan itu. Mata, dan hati nurani mereka telah dibutakan oleh kekuasaan dan harta yang melimpah. Mereka tak sadar bila harta dan kekuasaanya tak akan berarti bila nyawa dalam jasadnya telah menghadap yang kuasa.

Selain perebutan tahta yang terkadang menimbulkan pertumpahan darah, banyak pula para manusia yang telah menuhankan nafsu dan dibutakan oleh harta. Mereka selalu memikirkan kekayaan dan selalu ingin menambahnya. Mereka selalu melakukan apa saja untuk menambah hartanya. Tak sedikit dari mereka yang tega menghancurkan rumah-rumah para hewan yang tak bersalah hanya untuk dijadikan berlembar-lembar uang. Mereka melakukan itu tak hanya sekali, bahkan berkali-kali. Sehingga membuat para hewan tak mempunyai tempat tinggal dan akhirnya akan punah. Saat itu terjadi, alam menjadi tak seimbang dan akhirnya manusia sendirilah yang akan menanggung akibatnya.

Kita sebagai manusia yang diberi amanah oleh Allah untuk menjaga bumi ini seharusnya malu. Karna kita telah gagal untuk menjalankan amanah yang diberikan oleh Allah. Allah mempercayakan kita menjadi khalifah dengan alasan yang mungkin kita tidak mengetahuinya bahkan para malaikat pun sudah tau kalau kita akan membuat kerusakan. Tapi sekali lagi, Allah telah mempercayakan manusia menjadi khalifah dan kita harus menjaga amanah itu.

Sesungguhnya setiap manusia adalah pemimpin. Pemimpin dari diri mereka sendiri. Jika seseorang dapat memimpin jasadnya dengan baik, maka ia akan menjadi sebuah energi positif bagi yang lain. Sehingga, jika kita akan membuat perubahan besar, maka mulailah dari diri anda sendiri dan jadikan diri anda sebagai lampu yang selalu menerangi lingkungan sekitar anda. Dengan cara itu lah kita mampu membuktikan bahwa Allah tak salah memilih manusia sebagai pemimpin di bumi ini.

Written by : Kurniagung Nur Cahyono - SMA Islam Terpadu Abu Bakar (empat orang)

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More